JakartaSpot.com
Muda narkoba, tua sengsara, mati masuk neraka
Insomnia adalah ketidakmampuan seseorang untuk tidur yang layak dalam waktu yang cukup untuk mendapatkan kesempatan istirahat yang cukup. Istirahat dalam tidur tidak tergantung pada lamanya. Ada orang yang merasa cukup tidur sampai delapan jam. Tetapi ada juga yang sudah merasa cukup hanya dalam empat jam.
Hasil penelitian National Institutes of Health, sekitar satu dalam 10 orang dewasa Amerika mengalami insomnia yang kronis atau parah.
Insomnia lebih umum di kalangan wanita (terutama setelah manapouse) dan orang tua. Atau sekitar setengah dari orang-orang di atas usia 65 sering mengalami masalah dengan urusan tidur.
Di luar masalah usia, umumnya insomnia terjadi karena gaya hidup seperti banyak minum minuman berkadar kafein tinggi dan alkohol. Juga karena gangguan kejiwaan seperti depresi dan kondisi gangguan kesehatan.
Insomnia dapat digolongkan menjadi tiga. Pertama, insomnia sementara. Hanya berlangsung beberapa pekan. Kebanyakan insomnia jenis ini disebabkan stres, jet lag, dan sebagainya.
Kedua, insomnia terputus-putus. Kesulitan untuk tidur hanya sewaktu-waktu dan tidak berturut-turut. Beberapa saat insomnia datang dan kemudian di waktu berikutnya hilang kembali dan ini terus berulang-ulang.
Ketiga, insomnia kronis. Insomia berlangsung tiap malam dalam satu bulan atau lebih. Ini umumnya terjadi karena ada masalah psikis dan masalah saraf.
Insomnia jenis apakah yang sedang Anda alami?
Ketika sedang asyik minum es, ternyata gigi Anda mendadak ngilu. Apakah Anda pernah mengalami hal ini? Jika iya, berarti Anda mengalami gigi sensitif.Sebagian dari kita tentunya pernah mengalami gigi sensitif.
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan gigi sensitif? Apa penyebab gigi sensitif? Bagai mana pencegahannya?
Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive akibat menipisnya enamel, penurunan gusi dan terbukanya dentin, sebuah lapisan di bawah enamel. Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas terjadi dalam saraf gigi. Nyeri dari gigi sensitif tidak selamanya tetap; ada yang sementara, dan sementara namun berkala. Nyeri yang tidak henti-henti mungkin merupakan satu tanda masalah yang lebih serius. Bagaimanapun, adalah penting bagi Anda membicarakan gejala itu dengan dokter gigi anda untuk menentukan penyebab dan perawatan selanjutnya, karena masalah ini akan sangat mengganggu kalau tidak ditindaklanjuti.
Dari hasil penelitian para ahli di USA, sebanyak 50-90%, penderita memberikan tekanan besar atau berlebih pada saat menggosok gigi. Kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu.
Oral hygiene atau keadaan rongga mulut yang buruk, penumpukan plak/karang gigi, yang merupakan ‘rumah’ tinggalnya berjuta-juta kuman dalam rongga mulut. Lambat laun karang gigi pun dapat mengiritasi gusi, sehingga gusi akan mudah berdarah, timbul pula bau mulut yang tidak
’segar’. Keadaan ini menjadikan gigi menjadi sensitif.
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah gigi menjadi sensitif. Caranya dengan mengurangi tekanan berlebih saat menggosok gigi, memakai sikat gigi dengan jenis bulu sikat yang tidak keras dan menggosok gigi dengan cara yang benar.
Cara lain adalah menggunakan pasta gigi yang khusus untuk gigi sensitif, rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, usahakan jangan minum/makan panas dan dingin dalam waktu bersamaan.
Apakah Anda bermasalah dengan amandel atau tonsil? Memang terkadang amandel bisa sangat menganggu sekali jika tengah terjadi peradangan. Apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya amandel?
Amandel atau tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Amandel berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh.
Oleh karena itu kelenjar amandel ini meradang. Peradangan pada kelenjar amandel ini disebut dengan tonsilitis, penyakit ini merupakan salah satu gangguan THT (Telinga, Hidung & Tenggorokan).
Tonsilitis dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya
menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Sedangkan radang amandel/tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama.
Pada radang amandel yang akut biasanya dimulai dengan gejala sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan, kadang-kadang muntah.
Tonsilitis dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak, panas, gatal, stosnakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga. Kelenjar getah bening melemah di dalam daerah submandibuler. Bagian
belakang tenggorokan akan terasa mengerut sehingga sukar menelan.
Peradangan tonsil yang akut ataupun pembengkakan tonsil yang tidak terlalu besar dan tidak menghalangi jalan pernapasan, serta tidak menimbulkan komplikasi tidak perlu dilakukan pembedahan/operasi, karena tonsil yang terbuat dari jaringan getah
bening dapat berfungsi mencegah tubuh agar tidak terkena penyakit yang berhubungan dengan infeksi.
Ada sejumlah penanganan sendiri yang bisa Anda lakukan jika terserang amandel, di antaranya:
1. Usahakanlah untuk minum air putih dan cairan seperti sari buah terutama selam demam.
2. Hindari minum es sirup, es krim, dan makanan atau minuman dingin, serta goreng-gorengan.
3. Jika amandel Anda sedang meradang, berkumurlah dengan air garam hangat 3-4 kali sehari. Dan yang paling penting adalah istirahat yang cukup.
Tapi jika radang amandel Anda terlalu besar, sehingga mengganggu pernafasan, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter.
Masyarakat umumnya menganggap rematik adalah penyakit sepele karena tidak menimbulkan kematian. Padahal, jika tidak segera ditangani rematik bisa membuat anggota tubuh berfungsi tidak normal. Mulai dari benjol-benjol, sendi kaku, sulit berjalan, bahkan kecacatan seumur hidup.
Rematik atau biasa disebut arthritis adalah penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya. rematik bisa menyerang bagian kepala sampai kaki, sayangnya sampai kini belum diketahui penyebabnya secara pasti.
Terdapat ratusan jenis penyakit rematik, namun secara umum penyakit ini ditandai dengan sejumlah gejala, seperti nyeri di lutut, siku, pergelangan, maupun di bagian sendi-sendi lain. Gangguan ini dapat menyerang semua umur, pria-wanita, kaya atau miskin.
jenis rematik yang paling banyak diderita penduduk dunia adalah arthritis reumatoid (AR) yaitu rematik radang sendi, gout (asam urat) yang disebabkan oleh kadar asam urat yang berlebihan dalam darah dan osteoarthritis (OR), yaitu pengapuran sendi.
OR adalah penyakit sendi yg paling banyak dijumpai. Penyakit ini bersifat degeneratif, yang angka kejadiannya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Gejala yang menyertainya antara lain, nyeri pada persendian setelah penderita melakukan aktivitas, atau saat perubahan cuaca dari panas ke dingin.
faktor pencetus OR biasanya karena ada penyakit lain atau keadaan tertentu. “Belum diketahui penyebab primer, namun penyebab sekundernya bisa karena orang kegemukan, sehingga beban yang harus disangga oleh lutut terlalu besar, atau karena berlebihan memakai lutut, misalnya pemain bola profesional,” katanya.
Jenis penyakit rematik lain yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah arthritis reumatoid (AR). Penyakit ini paling sering menyerang kelompok usia 20-50 tahun. Gejala yang umum ditemukan adalah sendi kaku saat bangun tidur dan penderita sulit bergerak.
Rematik akibat peradangan yang melibatkan lebih dari satu sendi ini, sampai kini penyebabnya belum diketahui dengan pasti, kemungkinan besar karena faktor genetis, namun tidak selalu muncul kecuali ada pencetusnya, yaitu virus.
Kategori: Daily Life Frontpage News Health News
Bila Anda ingin menghindari dampak buruk akibat merokok, maka tidak ada pilihan selain menghentikan kebiasaan buruk itu. Karena ternyata, mengurangi saja tidak cukup. Dari sebuah penelitian jangka panjang terungkap, risiko yang sama besar dengan perokok berat akan tetap menanti mereka yang hanya mengurangi rokok.
Anjuran yang telah sering kita dengar itu, kembali ditegaskan oleh sebuah tim peneliti di Norwegia yang melakukan riset mengenai dampak rokok, yang hasilnya dimuat dalam jurnal Tobacco Control. Disebutkan bahwa perokok berat yang mulai mengurangi rokok tetap berisiko fatal, yakni kematian akibat penyakit jantung.
Riset jangka panjang tersebut dilakukan tim peneliti terhadap lebih dari 51 ribu pria dan wanita berusia antara 20 dan 34 tahun. Di awal penelitian, tim menilai risiko penyakit kardiovaskular, lalu memonitornya selama 20 tahun.
Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, antara lain, bukan perokok, perokok kelas menengah (sampai 14 batang rokok per hari), dan kelompok yang mengurangi rokok (di awal riset mereka merokok lebih dari 15 batang sehari, lalu mengurangi rokok sampai setengahnya pada saat pemeriksaan kedua).
Selama 15 tahun pertama, pria yang mengurangi rokok memang risiko kematiannya lebih kecil dibanding perokok berat. Namun setelah lebih dari 15 tahun angka kematiannya menjadi sama.
Sedangkan pada wanita, perokok berat yang mengurangi rokok risikonya tetap sama besar dengan perokok berat, penyebabnya belum diketahui oleh tim peneliti.
Kategori: Daily Life Frontpage News Health News

Berdasarkan sebuah penelitian baru yang dilansir The Independent, baru-baru ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen multivitmin hanya sebuah usaha sia-sia. Hasil penelitian menunjukkan suplemen tidak berdampak pada kesehatan seseorang. [...]
Turun bero adalam medis disebut sebagai hernia. Kondisi ini dideskripsikan sebagai keluarnya organ intra abdomen (organ dari dalam perut) ke dalam sebuah ruangan ekstra abdomen. Hernia sendiri ada beberapa klasifikasi berdasarkan lokasi terjadinya. Pada dasarnya secara anatomis, pada bagian tubuh manusia terdapat bagian2 yg rawan untuk terjadinya hernia, disebut sebagai locus minoris resistensiae. Locus minoris resistensiae ini merupakan sebuah lubang atau kantong yg terbentuk karena proses organogenesis yg tidak sempurna, atau bisa terjadi karena trauma mekanis yg terus menerus, atau juga karena trauma mendadak misal karena kecelakaan. Karena letaknya yg di dalam tubuh maka tidak akan terlihat secara kasat mata. LMR ini biasanya terjadi pada daerah inguinal (selangkangan), scrotal (pada scrotum yaitu pelindung testis) atau juga pada abdomen (daerah di dalam rongga perut). Hernia akan terjadi ketika organ dari dalam rongga perut, biasanya usus, keluar dari tempatnya masuk dan terjebak di dalam LMR. Kalau di scrotal disebut hernia scrotalis (biasanya pada anak laki2), di inguinal disebut hernia inguinalis dan seterusnya.
Faktor resiko untuk penyakit ini adalah kebiasaan kronis. Misal sering batuk, mengejan waktu buang air, sering mengangkat beban berat dll, yang intinya adalah meningkatkan tekanan intra abdomen sehingga secara kronis mendesak keluar organ dalam perut. Persentase tinggi adalah pada laki-laki usia dewasa sampai dewasa tua. Orang yg mempunyai penyakit batuk kronis, pola makan kurang serat sehingga buang air besar tidak lancar, kuli-kuli angkut (portir), atlet angkat berat dll adalah sedikit contoh yg mempunyai faktor resiko tinggi.
Saat hernia ada, maka penderita akan merasakan sakit pada daerah LMR yg menjadi lokasi terjadinya hernia. Misal pada scrotum, selangkangan, perut bagian bawah dst. Kalau belum kronis dan parah, organ perut, dalam hal ini usus, yg keluar akan bisa dimasukkan lagi secara manual memakai jari ke dalam perut. Tetapi pada stadium kronis hal ini tidak dapat dilakukan, karena LMR adalah suatu lokasi yg berbentuk kantong, dimana kalau tidak ditutup atau dihilangkan akan terus ada sehingga organ perut akan terus menerus terjebak di dalamnya.
Satu-satunya terapi yg dianjurkan adalah operasi, yg pada dasarnya akan dilakukan 2 hal, yaitu mengembalikan organ perut, dalam hal ini usus, ke tempatnya semula, kemudian dilakukan penghilangan atau penutupan locus minoris resistensiae agar hernia tidak berulang. Dengan teknik operasi yg baik dan pencegahan faktor resiko di atas, misal dengan makan byk serat, menghindari mengangkat benda2 berat, mengobati batuk atau bersin yg sering terjadi, maka diharapkan hernia tidak akan berulang terjadi lagi.
Kr2 type'y ap dan ap status'y.. - budi
merayain di spa and salon aja di Gaya Spa sama di Stylist salon - ruth
I luv u gen fm - herry sapoe...
mobil murah knp tdk asal kualitasnya tidak mengecewakan pelenggan - edi