JakartaSpot LogoJakartaSpot.com

Jakarta Event & Promo GuideJakarta Event & Promo Guide

Health

 
Posted by martin on April 22nd, 2010 at 12:32 PM

Berkumur Cegah Flu!

Berapa kali dalam sehari Anda kumur-kumur, terutama setelah makan? Hampir pasti Anda jarang menggosok gigi setelah makan siang. Apalagi jika makan siang di luar kantor. Nah, mulai sekarang tak ada salahnya Anda mulai rajin kumur-kumur. Karena ternyata, kumur-kumur dengan air putih dapat membantu mencegah kita sakit pilek.

Menurut penelitian para ahli, berkumur dengan air putih biasa, bisa mencegah pilek sampai sekitar 30%. Para periset ini kemudian membagi sekitar 400 orang kedalam tiga grup dalam penelitiannya.
Grup pertama, berkumur dengan antiseptik. Grup kedua berkumur dengan air biasa, dan grup terakhir tidak berkumur sama sekali. Hasilnya, grup yang berkumur dengan air putih, ternyata 36% lebih rendah terkena infeksi. Kumur-kumur ternyata dapat menurunkan risiko, karena bisa membilas virus keluar dari mulut.

Selain itu, menjaga jaringan tetap basah akan menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi pathogen. Nah, silahkan mencoba. Masukan kumur-kumur sebagai kegiatan yang akan rutin Anda lakukan

Posted by martin on March 17th, 2010 at 11:32 PM

Air Es Picu Serangan Jantung !

Hari yang panas, kesibukan yang menumpuk mungkin jadi salah satu penyebab kita minum air es dari kulkas.
Air es, baik berupa air putih atau dicampur dengan teh (es teh manis) memang sangat klop. Apalagi jaman sekarang serba instan, teh botol atau teh kotak dari kulkas juga menjadi barang yang sangat gampang dan mudah.

Inilah bagian dari gaya hidup perkotaan. Namun, gaya hidup ini ternyata tidak sehat malah bisa berakibat fatal. Secara medis, air es atau minum air dingin secara terpisah –tanpa makan—tidak masalah.

Namun, akan menjadi masalah bila minum air es tersebut bersamaan atau selepas makan. Dalam analisis kedokteran, air es akan membekukan makanan berminyak yang baru kita makan dan juga memperlambat proses pencernaan .
Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan banyak saluran dan lama kelamaan akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk. Nah, kegemukan inilah yang akan melahirkan berbagai penyakit di antaranya risiko serangan jantung.
Mungkin yang harus ditiru kebiasaan orang China dan Jepang. Kenapa sehabis makan mereka selalu minum air hangat, sop panas dan teh hangat. Ternyata memang secara medis itulah gaya hidup yang sangat dianjurkan

Posted by martin on January 11th, 2010 at 1:03 PM

Insomnia : Tidur yang Tidak Layak

Insomnia adalah ketidakmampuan seseorang untuk tidur yang layak dalam waktu yang cukup untuk mendapatkan kesempatan istirahat yang cukup. Istirahat dalam tidur tidak tergantung pada lamanya. Ada orang yang merasa cukup tidur sampai delapan jam. Tetapi ada juga yang sudah merasa cukup hanya dalam empat jam.

Hasil penelitian National Institutes of Health, sekitar satu dalam 10 orang dewasa Amerika mengalami insomnia yang kronis atau parah.
Insomnia lebih umum di kalangan wanita (terutama setelah manapouse) dan orang tua. Atau sekitar setengah dari orang-orang di atas usia 65 sering mengalami masalah dengan urusan tidur.

Di luar masalah usia, umumnya insomnia terjadi karena gaya hidup seperti banyak minum minuman berkadar kafein tinggi dan alkohol. Juga karena gangguan kejiwaan seperti depresi dan kondisi gangguan kesehatan.
Insomnia dapat digolongkan menjadi tiga. Pertama, insomnia sementara. Hanya berlangsung beberapa pekan. Kebanyakan insomnia jenis ini disebabkan stres, jet lag, dan sebagainya.

Kedua, insomnia terputus-putus. Kesulitan untuk tidur hanya sewaktu-waktu dan tidak berturut-turut. Beberapa saat insomnia datang dan kemudian di waktu berikutnya hilang kembali dan ini terus berulang-ulang.
Ketiga, insomnia kronis. Insomia berlangsung tiap malam dalam satu bulan atau lebih. Ini umumnya terjadi karena ada masalah psikis dan masalah saraf.

Insomnia jenis apakah yang sedang Anda alami?

Posted by martin on November 23rd, 2009 at 12:57 PM

Waspadai Gigi Sensitif

Ketika sedang asyik minum es, ternyata gigi Anda mendadak ngilu. Apakah Anda pernah mengalami hal ini? Jika iya, berarti Anda mengalami gigi sensitif.Sebagian dari kita tentunya pernah mengalami gigi sensitif.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan gigi sensitif? Apa penyebab gigi sensitif? Bagai mana pencegahannya?

Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive akibat menipisnya enamel, penurunan gusi dan terbukanya dentin, sebuah lapisan di bawah enamel.  Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas terjadi dalam saraf gigi. Nyeri dari gigi sensitif tidak selamanya tetap; ada yang sementara, dan sementara namun berkala. Nyeri yang tidak henti-henti mungkin merupakan satu tanda masalah yang lebih serius. Bagaimanapun, adalah penting bagi Anda membicarakan gejala itu dengan dokter gigi anda untuk menentukan penyebab dan perawatan selanjutnya, karena masalah ini akan sangat mengganggu kalau tidak ditindaklanjuti.

Dari hasil penelitian para ahli di USA, sebanyak 50-90%, penderita memberikan tekanan besar atau berlebih pada saat menggosok gigi. Kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu.

Oral hygiene atau keadaan rongga mulut yang buruk, penumpukan plak/karang gigi, yang merupakan ‘rumah’ tinggalnya berjuta-juta kuman dalam rongga mulut. Lambat laun karang gigi pun dapat mengiritasi gusi, sehingga gusi akan mudah berdarah, timbul pula bau mulut yang tidak
‘segar’. Keadaan ini menjadikan gigi menjadi sensitif.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah gigi menjadi sensitif. Caranya dengan mengurangi tekanan berlebih saat menggosok gigi, memakai sikat gigi dengan jenis bulu sikat yang tidak keras dan menggosok gigi dengan cara yang benar.

Cara lain adalah menggunakan pasta gigi yang khusus untuk gigi sensitif, rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, usahakan jangan minum/makan panas dan dingin dalam waktu bersamaan.

Posted by martin on October 19th, 2009 at 11:03 AM

Jika Amandel Menjadi Penyakit

Apakah Anda bermasalah dengan amandel atau tonsil? Memang terkadang amandel bisa sangat menganggu sekali jika tengah terjadi peradangan. Apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya amandel?

Amandel atau tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Amandel berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh.
Oleh karena itu kelenjar amandel ini meradang. Peradangan pada kelenjar amandel ini disebut dengan tonsilitis, penyakit ini merupakan salah satu gangguan THT (Telinga, Hidung & Tenggorokan).

Tonsilitis dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya
menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Sedangkan radang amandel/tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama.
Pada radang amandel yang akut biasanya dimulai dengan gejala sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan, kadang-kadang muntah.

Tonsilitis dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak, panas, gatal, stosnakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga. Kelenjar getah bening melemah di dalam daerah submandibuler. Bagian
belakang tenggorokan akan terasa mengerut sehingga sukar menelan.

Peradangan tonsil yang akut ataupun pembengkakan tonsil yang tidak terlalu besar dan tidak menghalangi jalan pernapasan, serta tidak menimbulkan komplikasi tidak perlu dilakukan pembedahan/operasi, karena tonsil yang terbuat dari jaringan getah
bening dapat berfungsi mencegah tubuh agar tidak terkena penyakit yang berhubungan dengan infeksi.

Ada sejumlah penanganan sendiri yang bisa Anda lakukan jika terserang amandel, di antaranya:
1. Usahakanlah untuk minum air putih dan cairan seperti sari buah terutama selam demam.
2. Hindari minum es sirup, es krim, dan makanan atau minuman dingin, serta goreng-gorengan.
3. Jika amandel Anda sedang meradang, berkumurlah dengan air garam hangat 3-4 kali sehari. Dan yang paling penting adalah istirahat yang cukup.

Tapi jika radang amandel Anda terlalu besar, sehingga mengganggu pernafasan, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter.

Posted by sahal on August 30th, 2009 at 12:45 PM

Jangan Sepelekan Rematik

Masyarakat umumnya menganggap rematik adalah penyakit sepele karena tidak menimbulkan kematian. Padahal, jika tidak segera ditangani rematik bisa membuat anggota tubuh berfungsi tidak normal. Mulai dari benjol-benjol, sendi kaku, sulit berjalan, bahkan kecacatan seumur hidup.

Rematik atau biasa disebut arthritis adalah penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya. rematik bisa menyerang bagian kepala sampai kaki, sayangnya sampai kini belum diketahui penyebabnya secara pasti. [...]

Posted by sahal on August 3rd, 2009 at 11:18 AM

Mengurangi Rokok, Tak Kurangi Resiko Penyakit Jantung

Bila Anda ingin menghindari dampak buruk akibat merokok, maka tidak ada pilihan selain menghentikan kebiasaan buruk itu. Karena ternyata, mengurangi saja tidak cukup. Dari sebuah penelitian jangka panjang terungkap, risiko yang sama besar dengan perokok berat akan tetap menanti mereka yang hanya mengurangi rokok.

Anjuran yang telah sering kita dengar itu, kembali ditegaskan oleh sebuah tim peneliti di Norwegia yang melakukan riset mengenai dampak rokok, yang hasilnya dimuat dalam jurnal Tobacco Control. Disebutkan bahwa perokok berat yang mulai mengurangi rokok tetap berisiko fatal, yakni kematian akibat penyakit jantung.

Riset jangka panjang tersebut dilakukan tim peneliti terhadap lebih dari 51 ribu pria dan wanita berusia antara 20 dan 34 tahun. Di awal penelitian, tim menilai risiko penyakit kardiovaskular, lalu memonitornya selama 20 tahun.

Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, antara lain, bukan perokok, perokok kelas menengah (sampai 14 batang rokok per hari), dan kelompok yang mengurangi rokok (di awal riset mereka merokok lebih dari 15 batang sehari, lalu mengurangi rokok sampai setengahnya pada saat pemeriksaan kedua).

Selama 15 tahun pertama, pria yang mengurangi rokok memang risiko kematiannya lebih kecil dibanding perokok berat. Namun setelah lebih dari 15 tahun angka kematiannya menjadi sama.

Sedangkan pada wanita, perokok berat yang mengurangi rokok risikonya tetap sama besar dengan perokok berat, penyebabnya belum diketahui oleh tim peneliti.

‹ previous entries 

Bali Hotels

Optimized for standards-compliant browsers, and IE 6+
JakartaSpot The Blog is proudly powered by WordPress
Copyright © 2006 JakartaSpot.com
¤

Blog Categories

Blog Comments

Links

Spot Directory

Event & Promo

Our Friends