JakartaSpot.com
Jakarta Event & Promo Guide

Buddha Bar sebuah brand yang menjadi salah satu ikon dan referensi musik dunia yang sudah dikenal di Indonesia sejak sepuluh tahun lalu. Tengok saja setiap Buddha Bar menelurkan album dari Buddha Bar volume 1 hingga volume 11 yang release tahun 2009, musik Buddha Bar sangat dinikmati oleh para sosialita dunia bahkan Jakarta dan menjadi referensi musik di lounge-lounge dunia. Musik kompilasi Buddha Bar merupakan kombinasi lounge music dan chill out yang direlease oleh George V Records. Dua album pertama dibuat oleh DJ Claude Challe dilanjutkan oleh DJ-DJ lain seperti DJ Ravin, Sam Popat, David Visan. Kemudian album original Buddha Bar bertajuk Buddha Bar Nature diproduksi oleh Arno Elias yang juga komposer untuk album Amor Amor, Buddha Bar 2 termasuk DVD Buddha Bar bertajuk Nature Footage disutradarai Allain Bourgoin Dubourg.
Ketika Buddha Bar mulai dibuka di Paris pada bulan September 1996, restauran dan lounge milik perusahaan bernama George V Entertainments ini sudah menjadi tempat yang sangat prestisius dan dikenal sebagai tempat favoritnya kaum selebritas. Diinspirasi oleh kekayaan budaya serta kedamaian yang dimiliki sang Budha dikombinasikan dengan kelezatan kuliner serta ambience dan musik khas yang mendukung restoran ini diciptakan. Diharapkan pengunjung restoran akan merasakan suasana berbeda dengan restoran dan lounge yang ada. Kenyataannya Buddha Bar bisa diterima sejak buka pertama kali di Paris tahun 1996. Bahkan musik yang diciptakan untuk mendukungnya menjadi referensi musik di seluruh dunia. Buddha Bar bukan saja sebuah restoran milik Raymond Visan tapi sudah milik dunia. Kini Buddha Bar bisa ditemui di Dubai, Beirut, Cairo, London, New York, Kiev, San Paolo, Dublin, Praha dan Jakarta. Dalam waktu dekat Buddha akan buka di Negara Asia lain seperti China, Singapura dan Macau dimana mayoritasnya penganut agama budha.
November 2008, Buddha Bar dibuka pertama di Asia yaitu Jakarta. Menempati gedung eksotis bergaya kolonial bernama Bataviashe Kunstkring (dahulu bekas kantor Imigrasi) yang dibangun tahun 1913 di daerah perestisius Menteng, Buddha Bar membuka pintunya untuk sosialita Jakarta yang penasaran dengan ‘rasa’ Buddha Bar yang terkenal itu. PT. Nireta Vista Creative sebagai perusahaan pengelola dan pemegang lisensi Buddha Bar di Indonesia sudah mengantongi semua perijinan mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Ketentarman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya hingga meregistrasi merek di Dirjen HAKI Depkumham. Diawali dengan sayembara gagasan fungsi dan pengelolaan gedung yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta pada tahun 2003, PT. NVC keluar sebagai pemenang untuk hak pengelolaan gedung dan menjadikan gedung Bataviashe Kunstkring sebagai restoran dengan segmen menengah ke atas dan galeri seni budaya berkelas, dan lahirlah Buddha Bar, jaringan Buddha Bar milik George V Entertainments pertama di Asia.
Tanpa bermaksud melukai hati masyarakat budha di seluruh dunia, Buddha Bar justru diciptakan untuk menghormati sang budha. Ketika membuka restoran pertama kalinya di Paris diikuti oleh kota-kota lainnya namun ketika buka di Jakarta, keberadaan Buddha Bar menjadi sebuah polemik berkepanjangan. Ada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan nama Buddha Bar padahal pemakaian nama Buddha untuk hal yang tidak identik dengan tempat ibadat seperti Buddha Spa di Bandung, Baby Buddha Restoran di Jakarta, Buddha Belly di Bali sudah ada terlebih dahulu namun tidak segonjang-ganjing Buddha Bar. Jika masyarakat keberatan dengan nama Buddha sebagai sebuah nama resto mengapa nama-nama tempat usaha dari resto, spa hingga hotel tidak dipermasalahkan ? Jika kemudian pemakaian patung budha di restoran menjadi masalah besar, Buddha Bar memakai arca patung Budha Mahayana yang bukan menjadi obyek sembahyang. Bagaimana dengan penempatan kepala-kepala budha di Hotel Borobudur atau peletakan berbagai ornamen kepala budha di Bali bahkan dijual sembarangan di pasar Sukowati ?
Seharusnya sosialita Jakarta tidak mudah terprovokasi dengan berbagai pemberitaan yang menyudutkan Buddha Bar dengan isu yang berbau SARA. Sebagai masyarakat yang lebih pintar dan maju mustinya para sosialita tahu bahwa penggunaan nama Buddha berikut dengan berbagai ornamen adalah sebuah penghormatan terhadap budha yang kaya akan nilai budaya dan ornamen dan itu menjadi pembeda dan menjadikan Buddha Bar sangat special.
Jika pada awal pembukaan Buddha Bar menjadi salah satu hot item di Jakarta karena semua penasaran akan rasa Buddha Bar sekarang mengapa harus berubah karena kebencian sebagian orang ? Jadi, mari kita tetap bersosialisasi di Buddha Bar, the hottest place in town.
Oleh: Dandan Hamdani
Kategori: Frontpage News News
Saya setuju dengan artikel di atas.
Saya dukung Buddha Bar.
^^
Using
Mozilla Firefox 3.0.10 on
Windows XP
Hello my friend,
It’s from Jakarta Spa, the blog portal for spa, massaging, relaxing and traditional treatments from Indonesia.
Don’t hesitate to visit and give your value contribution.
Cheers, Jakarta Spa
Using
Mozilla Firefox 3.0.10 on
Windows XP
Kr2 type'y ap dan ap status'y.. - budi
merayain di spa and salon aja di Gaya Spa sama di Stylist salon - ruth
I luv u gen fm - herry sapoe...
mobil murah knp tdk asal kualitasnya tidak mengecewakan pelenggan - edi
kalo pake nama lain terutama yang mayoritas dah keburu di serbu , kalo nga di serbu juga ditangkap karena penghinaan terhadap agama.. resto2 yang nga pake nama nama agama aja yang di kemang aja di rusakin.. itu bedanya.. kalo mau fair semua perlakuannya terhadap penghormatan terhadap agama yang di akui di Indonesia harus sama. ini malah di kasih ijin untuk buka.
Kalo mo beri penghormatan jangan buka bar, buka tempat ibadah. Dan masih banyak tempat yang hot tanpa pake nama tersebut.
Using
Internet Explorer 6.0 on
Windows XP